Dec 27, 2012

Neighbor's grass have their own stories

"Rumput Tetangga Selalu Lebih Indah"
That quotes is so classic, and I believe that people experienced about that. People tend to feel that but conceal that. They pretended like they are happy with their life.
I do. I was predisposed to show that my life is happier than yours. I don't wanna be a pathetic-person in this life, meanwhile I am. I envy another's life, I wonder to have someone's life.
some day, my friend who apparently has a perfect life because of her beauty and her intelligence, but in fact she has a big problem which must be a simply thing, healthiness. See? A person has their own stories, neighbor's grass have their own stories. Nobody's perfect.
I must be grateful for my own life.... keep grow and learn, my grass.

reblog: ririe

Dec 22, 2012

Kekacauan Paham

Siapa di sini yang sering sekali ditanya: "kapan menikah?"
Ada yang menerima pertanyaan ini dengan santai, nyengir, tertawa, "Belum dapat jodohnya." atau "Makanya cariin, dong.", Ada juga yang menerima pertanyaan ini sedikit formal, tersenyum tipis, mengangguk pelan, "Insya Allah segera." Ada juga yang jengkel sekali menerima pertanyaan ini. Bahkan dalam titik ekstrem, membuat malas berangkat kondangan, atau menghadiri acara keluarga--tempa­t di mana modus pertanyaan favorit ini sering muncul. Kenapa orang2 suka sekali bertanya: "kapan menikah?", "kapan nyusul?" Kenapa orang2 rese sekali pengin tahu? Kepo?

Siapa di sini yang sering ditanya: "kapan punya momongan?"

Ada yang menerima pertanyaan ini dengan santai, nyengir, atau tertawa. Ada yang biasa-biasa saja, formal. Dan hei, saya harus terus terang, ada juga yang sepulang dari acara tersebut, setelah menerima pertanyaan tersebut, setiba di rumah, langsung berurai air-mata. Tidak hanya marah, tapi mereka sedih. Bagi pasangan tertentu, belum memiliki anak adalah situasi yang berat. Di tanya mertua, di tanya tetangga, di tanya teman, tidak cukupkah pertanyaan itu? Banyak pasangan yg bertahun2 belum punya anak, jadi enggan sekali datang ke resepsi, acara keluarga, atau apa saja yang memiliki potensi munculnya pertanyaan itu dari tamu2 undangan lainnya.

Bukankah menikah, jodoh atau memiliki anak, kelahiran itu rahasia Tuhan? Tentu saja orang tidak bisa menjawabnya dengan persisi. Tapi kenapa orang2 masih saja menanyakannya?

Saya sering menyaksikan teman sendiri, kerabat, kenalan, yang sedih dan jengkel atas pertanyaan ini. Sayangnya, saya juga tidak tahu jawaban baik mengatasinya. Honestly, bagi saya pertanyaan2 itu biasa-biasa saja, tapi adalah fakta, banyak yang terganggu, bukan? Dan saya paham rasa terganggu itu.

Tanpa kesimpulan. Maafkan saya, catatan ini tanpa kesimpulan solusinya.

Tetapi, ijinkan saya menutup notes ini dengan hal simpel. Kalian pernah datang ke pemakaman? Pernah datang ke acara menguburkan kerabat, keluarga? Duhai, di acara tersebut, kenapa tidak ada seseorang yang tiba-tiba bertanya ke orang lain, "kapan nyusul yang mati?" Kenapa tidak ada yang sambil sumringah, mencoba memecah situasi dengan percakapan ringan, "hallo om, pak, ibu, kira-kira kapan nyusul masuk kuburan?"

Nyatanya tidak ada, bukan? Bukankah mati juga misteri Tuhan? Sama dengan jodoh, kelahiran? Ini benar2 kekacauan paham yg belum saya mengerti.

Dec 15, 2012

Sharing about December!!

Assalamualaikum! Hi, I'm come back! After the first exam on 11th grade. And It's my 3rd Semester on Senior High School. So much time I've done to prepared about it. And now, I'll share what has happened to my acitivites in this December. (Ps: until this week :P)

I think that on December'12 is my wonderful moments. Because what? My wish is going to be come true! But, I was a little upset when my school held a competition classmeet "Tarik Tambang Putri" I got injured at my knee. Now, I'm just felling better... Yah like as usual.